Usaha Sablon Digital Yang Terus Eksis Mengikuti Perkembangan Zaman

Analisa Usaha Sablon Digital Berbasis Heat Transfer Material

image

image

image

image

image

image

image

Nama umum bahan sablon yang ronita pakai selama ini adalah heat transfer material. Artinya material pemindah gambar yang di aplikasikan dengan sistem panas. Disini perpindahan gambar sangat dipengaruhi oleh mesin heat press. Jenis materialnya sendiri sebenarnya banyak, misal pvc, flock, poliurithen, foil dan sebagainya. Agar memudahkan penyebutan maka kami sering menyebutnya transfer paper.

Dari berbagai jenis bahan tadi ada yang bisa di print tapi ada juga yang tidak. Yang bisa di print dibedakan juga sesuai jenis printernya misal printer laser akan butuh bahan laser, printer ecosolvent akan butuh bahan ecosolvent. Bahan ecosolvent biasanya tidak bisa di print menggunakan printer laser dan begitu juga sebaliknya. Sedangkan bahan yang tida bisa di print artinya dia memang tidak untuk di print baik itu pakai printer apapun, dia sistemnya hanya cutting atau  cutting only.

Nah di RONIta sengaja membuat bahan transfer paper yang bisa di cutting saja tapi juga bisa di print agar kita tidak bingung nyetock bahan baku. Lebih enak juga dalam mendesign sehingga jualan kaosnya juga lebih enak. Itulah kenapa transfer paper ronita harganya sedikit mahal dibandingkan heat transfer material biasa. Contoh transfer paper stabilo ronita bisa di print memakai printer ecosolvent.

Trus kaos apa saja sih yang bisa dipakai menggunakan heat transfer ini? Jawabnya banyak, bahkan hampir semua jenis kain kaos bisa di sablon menggunakan bahan ini. Inilah salah satu kelebihan heat transfer material yang tidak dimiliki oleh DTG atau tinta sublimasi. Karena itu dengan pemahaman yang benar maka kita bisa menjalankan usaha ini secara baik.

Trus apakah layak menjalankan bisnis sablon kaos berbasis heat transfer material ini? Jawabnya bisa iya bisa tidak. Iya kalo kita paham dan penuh semangat. Jawabnya tidak kalo kita hanua ikut-ikutan saja tanpa punya sesuatu yang spesial.

Contoh analisa singkat saja ya. Sablon kaos per pcs di ronita 100rb untuk model print ukuran A4 dengan kaos katun combed 30s. Jika dalam sebulan laku sebanyak 200 pcs (7 kaos per hari) maka omzet kita adalah 20jt. Jika keuntungan bersih 25% maka keuntungan kita adalah 5jt. Tentu hasil yang sangat bagus.

Tapi kalo gak bisa jual 200 pcs gimana?
Kalo gak bisa jual 100rb per kaos gimana?
Kalo di sana lebih murah gimana?
Jawabnya jangan buka usaha ini !!! Karena itu artinya anda tidak siap menjalaninya. Resiko pasti ada, kemungkinan tidak kejual 200 pcs pasti ada tapi kejual 500 pcs juga ada. Nah kuncinya adalah bagaimana cara menjualnya, bagaimana designnya dan tentu bagaimana menjaga kualitas sablonnya agar konsumen selalu suka.

So itulah kenapa perlunya sebuah partner untuk saling sharing agar ketika anda memulai usaha atau sudah menjalaninya bisa belajar bersama-sama. Belilah mesin di tempat yang ada pelatihannya dan memang telah mampu menjalankan bisnis ini secara bail dalam waktu lama. Yang artinya sudah makan banyak garam pahit getir di industri ini.

Jika gak punya modal bisa jadi broker dulu saja tanpa harus ngoyo pinjem sana sini buat beli mesinnya. Intinya tinggal bagaimana kita berusaha dan berdoanya.

Salam Kreatif
By RONIta